
Perbarindo NTT Dorong BPR Meningkatkan Literasi dan Strategi Pemasaran Dana dengan Gelar Pelatihan Marketing Funding Untuk BPR se-NTT
Dalam Upaya memperkuat kemampuan dan keahlian Sumber Daya Manusia dilingkungan BPR, Perbarindo NTT gelar pelatihan untuk Marketing Funding se-Nusa Tenggara Timur dengan topik Strategi Dalam Pemasaran Dana.
Dalam Pelatihan Strategi Pemasaran Dana di BPR bertujuan untuk memahami peran dan tanggung jawab bagian pemasaran dana, memahami berbagai produk perbankan yang ditawarkan kepada nasabah, menguasai teknik dan strategi penghimpunan dana yang efektif dan efesien, menerapkan teknik komunikasi dilayanan nasabah, menjalin dan memelihara hubungan yang baik dengan nasabah.
Ketua Perbarindo NTT sekaligus Pembicara, Robert P. Fanggidae, mengatakan pelatihan marketing funding dengan tema Strategi Pemasaran Dana sesuai dengan amanat Undang-Undang nomor 10 tahun 1998 tentang Perbankan yang menyebutkan bahwa tugas bank adalah menghimpun dan menyalurkan dana. Beliau juga menekankan bahwa nasabah dengan dana di bawah Rp 2 miliar sebaiknya memilih BPR karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan BPR menawarkan bunga yang lebih menguntungkan. Namun, ia juga menyoroti bahwa harga bukanlah pertimbangan utama bagi pemilik dana untuk menempatkan uangnya di BPR.
Ketua Perbarindo NTT menyatakan bahwa pangsa pasar BPR menurun dari 1,83% menjadi 1,77% menunjukkan bahwa ada faktor lain yang mempengaruhi keputusan nasabah. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya melakukan literasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kepercayaan terhadap BPR.
Dalam pelatihan Strategi Pemasaran Dana yang di selenggarkan di hotel Harper Kupang, tanggal 08 November 2025, Robert P Fanggidae berharap peserta dapat membawa pulang ilmu, relasi, dan pengalaman yang dapat dibagikan kepada rekan-rekan di BPR masing-masing. Dia Juga menekankan untuk fokus pada kekuatan dan menangkap peluang, bukan hanya fokus pada kelemahan.
Pelatihan ini juga membahas ada 4 Peran Pemasaran Dana BPR yaitu meningkatkan daya saing bank dalam menyalurkan kredit, menjaga likuiditas, stabilitas keuangan, pencapaian laba. Dari peran yang di paparkan bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar BPR dan meningkatkan keuntungan BPR.
Pentingnya Etika dan integritas dalam perbankan juga menjadi salah satu poin penting dalam metode pelatihan strategi marketing dana yaitu membangun kepercayaan nasabah, kepatuhan terhadap regulasi, menghindari resiko operasional dan hukum serta menjaga reputasi Lembaga.
Kepuasan Nasabah dalam transaksi di BPR bisa di ukur dari kualitas produk, harga bersaing dan pelayanan yang baik. Kompetensi yang di butuhkan adalah integritas dan kepercayaan diri tinggi serta daya tahan dan juang yang tinggi. Adapun terdapat 4 tipe nasabah yaitu Socializer, Analyzer, Director dan Relator. Dari keempat tipe tersebut sebagai marketing funding harus mampu melihat motivasi menabung dari seorang nasabah dan apa tujuan menabungnya, perilaku keuangannya seperti apa, dan membagi segmentasi, demografis dan perilaku nasabah serta preferensi layanan.
Dalam Pemasaran dana seorang tenaga marketing funding harus memiliki mental yang kuat, penampilan yang rapi, bersih, menarik dan memiliki pengetahuan produk yang baik, komunikasi dan negosiasi yang efektif, pemahaman produk sejenis dari bank lain (Analisa pesaing) dan memiliki kemampuan membangun jaringan (Networking).
Turut hadir dan membuka kegiatan ini adalah Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Japarmen Manalu, dalam sambutannya beliau menegaskan agar setiap individu tidak ragu akan masa depannya saat bergabung dengan BPR karena ada yang sudah bekerja tetapi masih mengikuti tes CPNS. Untuk itu perlu adanya strategi yang disiapkan untuk dapat dipakai dalam mengembangkan keterampilan pemasaran yang efektif, seperti segmentasi dan target pasar yang jelas, penawaran produk yang kompetitif dan pemasaran melalui relasi dan komunitas, digital dan media sosial serta program royalty dan retensi nasabah.
Untuk mencapai hal-hal tersebut diatas, Japarmen juga menyarankan beberapa strategi, yaitu: Meningkatkan kompetensi/keterampilan dan kemampuan diri untuk meningkatkan kesempatan karir di BPR, memahami visi dan misi BPR serta kontribusi yang dapat diberikan untuk mencapai tujuan, meningkatkan kesadaran akan prospek dan kesempatan karir yang ada di BPR dan membangun jaringan (networking) dan relasi yang baik dengan rekan kerja dan Pimpinan di BPR. Dengan melakukan strategi-strategi tersebut individu BPR/BPRS dapat meningkatkan kepercayaan diri dan fokus pada karir sehingga dapat mencapai kesuksesan dan mencapai tujuan karir mereka.

