
Bank TLM Segarkan Jajaran Manajemen Lewat Serah Terima Jabatan
Mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi. Selain sebagai bagian dari kebutuhan organisasi, langkah ini juga dilakukan untuk penyegaran, pengembangan kompetensi pegawai, peningkatan efektivitas kerja, untuk mendukung keberlangsungan dan optimalisasi kinerja perusahaan ke depan serta peningkatan kualitas Tata Kelola.
Acara serah terima jabatan ini di laksanakan pada hari Selasa, 12 Mei 2026 di Kantor Pusat Bank TLM bertempat di ruangan Direktur Utama.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka dilaksanakan serah terima jabatan antara lain:
1. Bpk. Friets Banla Bakoil kepada Ibu Ria Mariana Esterina Pellokila selaku Kepala Cabang Kabupaten Kupang.
2. Ibu Ria Mariana Esterina Pellokila kepada Ibu Helda Junida Megawati Pandie selaku Kepala Bagian Operasional Kantor Pusat.
3. Ibu Helda Junida Megawati Pandie kepada Bpk. Friets Banla Bakoil selaku Pejabat Eksekutif Manajemen Risiko.
4. Ibu Valerie Ramouna Mbau kepada Ibu Santi Sukati Tedju Hinga selaku Kepala Seksi Operasional pada Kantor Pusat.
5. Ibu Santi Sukati Tedju Hinga kepada Ibu Valerie Ramouna Mbau selaku Kepala Kantor Kas Naikoten.
6. Ibu Antje Selviana Ratuwila kepada Ibu Yanna Silvana Alhans selaku Sekretaris.
Dalam sambutan Direktur Utama Bank TLM, Robert Fanggidae mengajak para karyawan yang hadir pada kegiatan tersebut untuk bersyukur kepada Tuhan karena perkenanan-Nya maka kita telah diizinkan untuk melaksanakan serah terima dalam rangka mutasi dari beberapa bagian baik itu Kepala Cabang, PE, Kepala seksi maupun Sekretaris.
Robert Fanggidae juga menekankan tujuan mutasi ini yaitu untuk penyegaran dan ada alternate atau kader di setiap bagian sehingga bank menjadi lebih kuat.
Harapan dari mutasi ini menurut Robert Fanggidae yaitu yang pertama mempertahankan yang sudah bagus di bagian tersebut. Yang sudah bagus artinya yang sudah sesuai dengan regulasi peraturan dan dapat diaplikasikan dalam tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan.
Yang kedua adalah kita mengidentifikasi dan memperbaiki uraian tugas yang belum terlaksana dibagian yang baru dimana belum berjalan dengan baik atau belum dilaksanakan atau sudah dilaksanakan namun belum efektif dan perlu ditingkatkan.
Yang ketiga adalah tetap mempertahankan dan meningkatkan cara kerja kita sehingga dapat menunjang lembaga kita untuk menjadi lebih baik. Oleh karena itu, setiap staf mempunyai peran penting untuk kemajuan lembaga.
Robert Fanggidae juga mengharapkan para Pejabat yang telah dipercayakan dengan jabatan yang baru selain dapat membuat laporan juga bisa menganalisa laporan tersebut. Sehingga dari laporan tersebut bisa menjadi acuan bagi para Pimpinan untuk mengambil keputusan dari laporan yang diberikan. Laporan yang dihasilkan juga harus dibandingkan dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) apakah tercapai atau tidak, apakah perlu perbaikan atau tidak, apakah strategi yang dilakukan sudah tetap atau belum.
Fungsi dual control juga harus diterapkan sehingga terlaksana pemenuhan prinsip kehati-hatian dimana staf berfungsi sebagai pelaksana (Level Operator) dan Kasie serta Kabag/PE/PC sebagai pemeriksa (Level Supervisor) dan Direksi sebagai Pemutus terakhir untuk setiap kebijakan. Dan diharapkan kepada kita semua untuk dapat bekerja dengan jujur, profesional dan bertanggungjawab serta memiliki kemauan kuat untuk berkembang. Nilai-nilai ini harus diterapkan secara terus menerus sehingga menjadi budaya di lembaga kita.
Ibadah pagi yang dilaksanakan setiap hari dapat menjadi awal untuk kita dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam pelayanan kita yaitu sesuai dengan Firman Tuhan dalam Kolose 3:23 yang merupakan level tertinggi karena kita bekerja untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, tegas Robert Fanggidae.

